Andrea Meislin Dan Konsep Estetika Dalam Fotografi

Andrea Meislin and Aesthetic Concepts in Photography

Andrea Meislin Dan Konsep Estetika Dalam Fotografi – Dalam dunia fotografi Internasional tentu sudah tak asing dengan Andrea Popowich Meslin seorang seniman sejarah, penulis, sekaligus kurator asosiasi fotografi di sebuah Museum Israel. Andrea Meslin ini sangat gigih untuk membantu para seniman lokal dalam hal memberikan konsultasi terkait dengan keinginan mereka membangun koleksi baru hingga membantu para perusahaan yang ingin membangun koleksi tematik. Selain itu, Meslin sapaan akrabnya juga merupakan anggota dari AIPAD (Asosiasi Dealer Seni Fotografi Internasional).

Dalam dunia fotografi estetika menjadi poin penting sekaligus menjadi bagian terpenting sebuah karya dibilang seni. Foto seni berdasarkan pengertiannya merupakan sebuah foto yang mana di dalamnya terdapat beberapa nilai seperti nilai seni, nilai estetika, baik yang bersifat universal ataupun terbatas. Dengan adanya nilai tersebut foto yang dihasilkan tidak hanya sebagai perekam momen tertentu namun juga bisa berfungsi sebagai memori penyimpanan dalam jangka waktu yang lama serta tetap memiliki nilai seni sampai kapanpun. Tak herann jika karya fotografi bisa disejajarkan dengan karya seni lainnya.

Untuk menghasilkan foto seni bukanlah perkara mudah. Selain seorang fotografer harus menguasai beragam teknik fotografi, ia juga harus bisa peka sebuah ide atau gagasan yang biasanya muncul secara mendadak. Ketika ide itu muncul, maka seketika harus segera dieksekusi agar ide tersebut tidak hilang begitu saja. Foto seni ini menurut berbagai pendapat masuk dalam kategori seni rupa dengan umur yang paling muda. Itu artinya foto seni memang tergolong paling baru jika dibandingkan dengan karya seni rupa lainnya.

Pada intinya, foto seni ini merupakan sebuah karya seni yang lebih mengutamakan pada nilai estetika atau keindahannya dibandingkan dengan nilai atau makna yang terkandung di sebuah foto. Umumnya elemen yang sering dieksploitasi oleh seorang fotografer adalah komposisi, penyinaran yang dramastis, hingga nada warna. Sehingga untuk menghasilkan foto seni tidaklah instan melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus melalui proses yang berkesinambungan. Proses ini mulai dari perencanaan, pembuatan, penerapan teknis secara akurat hingga foto bisa dihasilkan dengan sempurna.

– Konsep estetika dalam fotografi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya jika dalam foto seni nilai estetika merupakan penilaian utama bahkan menjadi prioritas meski harus sedikit mengesampingkan dari makna yang terkandung di dalam foto tersebut. Pada dasarnya estetika ini dalam foto bisa didapatkan jika kalau ditemukan sebuah titik estetika yang mana merupakan momentum pengalaman kesadaran roh seniman atau pengapresiasi seni dan berada di tengah-tengah antara rohani maupun jasmani.

Di dalam konsep estetika setidaknya ada dua pendekatan yakni pertama adalah keinginan untuk langsung meneliti keindahan yang ada di foto tersebut. Sementara yang kedua adalah sebuah proses menyoroti situasi kontemplasi rasa indah yang pernah atau sedang dialami. Pengalaman dalam estetika ini sangat berkaitan erat dengan perasaan seorang seniman atau pengapreasiasi seni tersebut. Sebuah foto seni dapat dikatakan memiliki nilai estetika ketika di dalam foto tersebut tidak hanya ditemukan sebuah nilai keindahan melainkan ada juga nilai-nilai humanisme universal kepada umat manusia. Sementara fotografi ini merupakan sebuah alat atau media untuk menghasilkan foto agar lebih bernilai estetika dengan melalui sejumlah proses yang sangat panjang dan rumit.

Andrea Meislin yang juga seorang pemain judi profesional yang telah menjadi bukti bahwa meski dari negara yang sering dilanda kontroversi namun, tetap bisa berkarya sehingga karyanya pun kini diakui oleh dunia Internasional. Tidak hanya itu, ia juga mampu untuk menjadi inspirator bagi pekerja seni lainnya untuk terus semangat berkarya tanpa henti. Semoga bermanfaat.

Fotografi Kontemporer, Spesialisasi Andrea Meislin
Blog Galeri Media Seni

Fotografi Kontemporer, Spesialisasi Andrea Meislin

Fotografi Kontemporer, Spesialisasi Andrea Meislin – Bagi seorang seniman karya seni merupakan mahakarya yang sangat agung dan memiliki nilai yang sangat tinggi. Kecintaan mereka pada dunia bukanlah tanpa alasan. Seolah karya seni telah menyatu dalam jiwa mereka sehingga dalam kondisi apapun mereka akan tetap menghasilkan karya tanpa ada seorang pun yang bisa menghentikannya. Mungkin inilah yang sedikit memberikan gambaran pada sosok seorang seniman muda yang kini berkiprah di New York, Amerika Serikat.

Semangatnya yang tak pernah padam terus menginspirasi seniman muda dunia untuk turut mengikuti jejaknya. Ialah Andrea Meislin, seorang seniman muda yang memiliki sebuah situs seniman atau galari yang diberi nama galeri Andrea Meislin. Andrea Popowich Meslin begitulah nama lengkapnya telah lama merintis sebuah galeri dari tahun 2004. Ia bukan hanya seorang seniman, namun juga seorang sejarawan, kurator, dan juga penulis kenamaan yang berasal dari Israel tepatnya Yerussalem.

Meislin sangat ahli di bidang fotografi kontemporer. Ia merupakan lulusan dari University of Arizona sebelum akhirnya bekerja sebagai kurator fotografi di sebuah museum Israel, Yerussalem. Karirnya di bidang fotografi bukan main-main. Ia telah menghasilkan banyak karya seni fotografi kontemporer yang mana karyanya telah dilihat oleh jutaan pasang mata di dunia.

– Sekilas mengenai fotografi kontemporer

Bagi Anda yang memang bergelut di dunia fotografi tentu tak asing dengan aliran fotografi ini. Fotografi pada dasarnya merupakan teknik pengambilan gambar yang kemudian diproyeksikan menjadi sebuah gambar. Fotografi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan masuk menjadi karya seni rupa sebagai aliran yang paling muda. Fotografi kontemporer merupakan sebuah aliran yang mana membebaskan fotografer untuk mengambil gambar apapun sesuai dengan apa yang ada di benak seorang fotografer tersebut. Apa yang muncul di otak sebagai sebuah ide kemudian bisa direalisasikan menjadi sebuah karya. Meski membebaskan seorang fotografer untuk mengambil gambar namun, tak sembarangan juga dalam pengambilannya melainkan menggunakan teknik-teknik khusus yang ada di dalam dunia fotografi.

Tidak sedikit orang yang juga menyebut fotografi kontemporer sebagai fotografi konseptual lantaran semua gambar yang dihasilkan murni berasal dari ide fotografer itu sendiri. Pun juga ide itu tidak muncul secara mendadak melainkan merupakan hasil dari pemikiran dan dilanjutnkan dengan perenungan yang sangat matang. Tak heran jika fotografer profesionallah yang mampu melakukannya. Untuk memunculkan ide hebat, seorang fotografer selain harus memiliki minat yang tinggi pada bidang keilmuan lain juga diharuskan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya.

Karena berasal dari pemikiran yang matang tidak jarang banyak foto yang dihasilkan selain memiliki nilai estetika yang tinggi juga sedikit tampak ‘nyleneh’ atau beda dari yang lainnya. Namun, justru inilah yang membuat hasil karya begitu menarik untuk dipandang. Tidak jarang banyak kolektor justru menyukai karya dari fotografi kontemporer ini. Karena bagi mereka tema yang ditunjukkan pada karya fotografi kontemporer lebih utama dibandingkan dengan teknik pengambilan gambarnya. Konsep foto yang unik menjadi nilai plus bagi sebagian kolektor yang tertarik untuk membeli karya seniman fotografi kontemporer.

– Debut Andrea Meislin sebagai fotografer kontemporer

Melihat hasil karya dari Andrea Meislin pun sudah terlihat bahwa nuansa humanismenya begitu kental yang membuat karya Meislin sangat dikagumi sekaligus diakui di dunia Internasional. Kesuksesan Meslin ini tidak membuatnya lupa akan tanah kelahirannya. Justru melalui sebuah situs seniman miliknya yaitu Galeri Andrea Meislin ia siap membantu siapapun yang memang butuh bantuannya misalnya konsultasi. Meislin telah menjadi contoh seniman yang cukup menginspirasi dunia.